oleh

Harga Kebutuhan Pokok di Klaten Selama PPKM Darurat Stabil

KLATEN – Memasuki pekan kedua  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat, harga kebutuhan pokok di Klaten terpantau normal.

Berdasarkan pantauan Tim Pemberitaan Dinas Kominfo Klaten di sejumlah pedagang harga, sejumlah bahan pokok, seperti beras, telur, daging ayam, masih normal, tidak ada kenaikan. Harga beras premium di pasar tradisional berada di kisaran Rp8.500/kg, telur Rp22.500/kg, daging ayam Rp24.000/kg, dan gula pasir Rp13.500/kg.

Baca Juga  Seleksi Nasional Menuju Asean Beach Games 2021

Namun, kenaikan terlihat pada minyak goreng kemasan bermerek, yakni  Rp17.000/ liter dari harga semula Rp14.000/ liter .

Pedagang sembako di Pasar Tradisional Gentongan Kalikotes Klaten, Suyati (55)  asal Jatinom, Klaten saat ditemui Minggu pagi (18/7/2021) menerangkan, harga kebutuhan pokok yang dijualnya masih normal.

“Permintaan sayur banyak dibeli konsumen. Telur juga laris. Per kilogram harganya Rp22.500/kg. Permintaan buah juga meningkat,” tuturnya.

Sedangkan pedagang ayam sayur Gunawan (25) warga Cantelan, Ketandan, Klaten menuturkan, ada kenaikan sedikit terjadi pada harga ayam sehari terakhir.

Baca Juga  Wakil Ketua MPR: Pendekatan Ketuhanan Dibutuhkan Dalam Upaya Menghadapi COVID-19 Yang Terus Meningkat

“Kemarin harga ayam masih Rp23.000/ kg. Mulai Minggu ini (18/7/2021) naik menjadi Rp24.000/kg. Beberapa hari yang lalu pernah menyentuh Rp20.000/kg. Yang penting barang ada,” ujarnya.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan, UKM dan Koperasi Kabupaten Klaten Mursidi, saat dikonfirmasi Senin (19/7/2021) menyampaikan, saat ini harga kebutuhan pokok di pasaran relatif normal. Namun, timnya terus turun ke lapangan, bekerja, berkordinasi dengan lembaga terkait, untuk menghindari penimbunan barang, yang bisa memicu kenaikan harga.

Baca Juga  Kasus Raffi Ahmad Dihentikan Polda Metro Jaya

“Dari tingkat distributor, pengecer, agen sampai tingkat pedagang, kami mencoba terus pengawasan dan pengendalian komoditas barang. Kami menjaga jangan sampai ada praktik penimbunan barang. Yang terpenting menjaga keseimbangan suppply and demand, sehingga terwujud stabilitas harga,” pungkas Mursidi. (*/cr1)

Sumber: aceh.siberindo.co

News Feed