oleh

TP PKK Pusat dan Jateng Perkenalkan Gagah Bencana

SEMARANG – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat dan Jawa Tenggah menggaungkan Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (Gagah Bencana). Hal itu dilakukan sebagai gerakan bersama, termasuk untuk menghadapi pandemi Covid-19 yang belum usai.

Ketua Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan TP PKK Pusat Nana Safriati  mengatakan, program Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana terus disosialisasikan. Sebab, saat ini pandemi Covid-19 sudah menjadi masalah dunia.

“Terjadi penurunan kesehatan, lingkungan juga menurun, dan terjadi perencanaan sehat yang keliru,” kata Nana dalam paparannya via virtual di kegiatan Temu Kader dalam Rangka Penanggulangan Masalah Kesehatan Prioritas Tahun 2021, yang diselenggarakan TP PKK Jateng, Rabu (29/9/2021).

Baca Juga  Perkumpulan Urang Banten (PUB) Rancang Lembaga Masyarakat Adat Banten.

Menurutnya, gerakan ini menyasar pada individu, keluarga dan masyarakat agar mampu menolong dirinya sendiri (mandiri), dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan dan perencanaan dari aspek fisik manusia maupun lingkungannya.

Program kerjanya, imbuh Nana, berupa program unggulan, program prioritas, program publisitas dan program rutin berkelanjutan. Seperti pada program unggulan terdapat pilot project di antaranya ada peduli stunting, menuju PHBS, peduli KIA, siaga kebakaran lingkungan, tanggap dan tangguh bencana alam, peduli lingkungan, menuju keluarga sehat berkualitas, menuju keuangan sehat, dan mewujudkan keluarga sehat.

“Pilot project-nya bisa dilakukan salah satu saja yang jadi prioritas,” ucapnya.

Baca Juga  Soal Reshuflle, SMSI Berharap Presiden Mendengar Berbagai Masukan

Ketua Tim Penggerak PKK Jateng Atikoh Ganjar Pranowo mengatakan, Covid-19 memang telah membawa perubahan luar biasa. Tidak hanya Indonesia, tapi dunia. Perubahan itu menyebabkan berbagai dampak, seperti kesehatan, ekonomi, sosial masyarakat, dan lainnya.

“Kita tidak bisa diam diri. Harus tetap produktif,” kata Atikoh dalam sambutannya.

Dia berharapan, dengan Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana, seluruh penggerak PKK akan memiliki pengetahuan dan perencanaan dalam menjaga kesehatan serta menjadi agen informasinya.

Atikoh kembali mengingatkan, kasus Covid-19 di Jateng melandai. Bahkan, daerahnya mayoritas telah berada di level 2. Kondisi demikian hendaknya tidak membuat masyarakat bereuforia berlebihan sampai abai protokol kesehatan (prokes).

Baca Juga  PBMA Berharap Presiden Buka Muktamar ke-20 Mathla’ul Anwar

“Jangan lengah, jangan euforia berlebihan,” harapnya.

Atikoh juga berharap, daerah yang telah menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) agar bisa menerapkan prokes ketat. Hal itu berlaku untuk semua pihak di PTM, baik itu anak didik maupun gurunya.

“Yang tidak atau belum prokes, harus disiplin (terapkan prokes),” ujarnya.

Hal penting lain yang harus diterapkan, tambahnya, anggota PKK hendaknya bijak dalam memanfaatkan media sosial (medsos). Kebiasaan saring sebelum sharing atau menyebarluaskan informasi melalui pengecekan terlebih dulu, adalah kebiasaan baik yang bisa dilakukan.

“Sebelum share (menyebarkan informasi dari medsos) harus ada filter,” pesan Atikoh. (*/cr1)

Sumber: jatengprov.go.id

News Feed